25 Jul
Print This Post
Membuat Time Synchronize PC-PC di Wonderware InTouch

:: Automation :: HMI/Scada :: Wonderware Add comments

Untuk aplikasi SCADA/HMI single node mungkin kita tidak akan dipusingkan dengan masalah waktu PC (date-time), yang pengting mendekati waktu aktual end user tidak akan komplain. Nah bagaimana kalau node –node itu kemudian berkembang menjadi banyak ? deviasi waktu beberapa detik apalagi sampai menit antar node sangat mungkin akan menimbulkan banyak masalah, terutama untuk report, trending dan alarming. Bisa saja secara manual kita men-set time masing-masing PC agar sama, tapi kan tidak efektif dan dalam selang waktu tertentu kemungkinan besar PC-PC tadi akan menunjukan waktu yang berbeda lagi.

InTouch sendiri tidak menyediakan service sinkronisasi waktu antar node. Jadi bagaimana solusinya ? ya tentu saja install program TimeSyncronize baik buatan sendiri maupun software freeware yang bertebaran di Internet.

Dalam tutorial kali ini toekang mencoba memberikan solusi bagaimana membuat Time Synchronize langsung di dalam InTouch.

Silahkan download artikel lengkap(pdf) dan HMI aplikasi disini :
1. Membuat Time Synchronize PC-PC di Wonderware InTouch.
2. HMI Project (InTouch 9.5).

51 Responses to “Membuat Time Synchronize PC-PC di Wonderware InTouch”

  1. setia says:

    salam….

    mas bahas ttg integrasi matlab, plc, intouch dong..

    makasih

  2. Sewa PC says:

    Wah boleh juga nih infonya.

    Terima kasih banyak.

  3. Syafrudin Abi-Dawira says:

    Waktu dalam sistem kendali memang sangat penting. Kalau sesuatu terjadi, penelusuran ulang kejadian yang sebenarnya melalui log mewajibkan waktu yang dicatat oleh log tersebut adalah waktu yang benar. Seperti dalam bidang angkutan umum (penerbangan, perkeretaapian), log di ATC bandara / Pusdalopka akan menjadi salah satu acuan KNKT dalam penyidikan kecelakaan.

    Berkaitan dengan ini, sekedar tambahan:

    Usaha saling menyelaraskan waktu dalam satu wilayah seperti di atas bisa disebut jaringan waktu (en.wikipedia.org/wiki/Clock_network)

    Untuk ini, sudah bakuan untuk penyelarasan waktu di jaringan TCP/IP, yaitu NTP (en.wikipedia.org/wiki/Network_Time_Protocol) dan Simple NTP. Setidaknya ada 4 keuntungan kalau kita menggunakan NTP:

    1. Karena ini bakuan antar bangsa, kita bisa menyelaraskan waktu tidak hanya dengan sesama Windows di LAN, tapi juga dengan OS lain (Linux, Unix), pelayan NTP di Internet (lihat http://www.pool.ntp.org), juga dengan peralatan khusus master / slave clock. Peralatan ini

    2. Karena bisa diselaraskan dengan internet atau peralatan khusus, kebenaran waktunya lebih bisa dipertanggung jawabkan. Kita tidak perlu lagi menyelaraskan waktu komputer dengan jam tangan kita, malah sebaliknya, jam tangan kita yang mengacu ke waktu server kita.

    3. Akan ada selalu selisih antara waktu komputer meminta penyelarasan dan waktu jawaban itu diterima. Untuk ini diperlukan algoritma penyesuaian yang tepat. Dan dalam hal ini, algoritma Marzullo (en.wikipedia.org/wiki/Marzullo’s_algorithm) yang digunakan oleh protokol NTP sudah teruji.

    4. NTP mendukung penyelarasan ke banyak pelayan NTP. Dengan menggunakan banyak pelayan, ketika ada satu pelayan yang bermasalah,

    Protokol NTP juga sudah didukung Windows. Windows sudah menjadi pelayan NTP (Windows Time Service) sejak Windows 2000 server, dan menjadi nasabah NTP sejak Windows XP.
    Kalau kita masuk ke panel pengubahan waktu, akan ada tab tambahan berjudul “Internet Time”. Sayangnya kalau di Windows, kita hanya bisa memasukkan satu alamat IP atau nama komputer sebagai pelayan NTP

    Kalau sebuah komputer mau dijadikan pelayan NTP sebuah jaringan setempat, sebaiknya komputer tersebut diselaraskan dengan ke setidaknya tiga pelayan NTP.

    Untuk windows, sebagai alternatif bisa menggunakan NTPD (NTP Daemon, en.wikipedia.org/wiki/Ntpd) versi windows yang ada di http://www.meinberg.de/english/sw/ntp.htm.

    Dalam sistem kendali, biasanya penyelarasan waktu tidak dilakukan terhadap pelayan NTP di internet, tapi terhadap Atomic clock (en.wikipedia.org/wiki/Atomic_clock) melalui GPS atau sistem komunikasi (en.wikipedia.org/wiki/Synchronization_in_telecommunications). Protokol yang dipakai biasanya IRIG timecode (en.wikipedia.org/wiki/IRIG_timecode).

  4. budman says:

    tanya dong bang,
    Kalo syncronisasi jam dgn PLC pernah gmn?
    thanks..

    • toekang says:

      Yang pernah toekang buat InTouch – S7 dan InTouch – Modicon PLC.
      Toekang sih buat simple aja ..
      Klo PLC yng harus syncron ya tinggal kita kirim data Date-Time, trus kirim pulsa syncronisasi ..trus di PLC buat subroution untuk merubah Date-Time sesuai dgn data tadi
      Klo PC yg harus synchron dgn PLC ..ya ambil dulu data Date-Time PLC trus bikin script untuk untuk mengubah tgl PC pake perindah DOS aja “Date mm-dd-yy” dan “Time hh:mm:ss”

    • john says:

      Biasanya untuk PLC, tidak terlalu diperhatikan kecuali apabila memakai timeclock event/trigger. Tetapi setahu saya jarang sekali engineer melakukan timeclock event/trigger (kecuali timer) dikarenakan adanya operator di site atau memakai sistem SCADA(untuk kepentingan realtime history).

      Tidak terlalu dibutuhkan dalam aplikasi SCADA karena JAM/WAKTU direcord di server dan informasi tersebut berasal dari server. PLC hanya difungsikan sebagai pendeteksi trigger/event saja.

      • toekang says:

        ditempat saya kerja malah sangat penting dngn alasan yang lain. Di SCADA/HMI tidak banyak informasi tentang kondisi hardware controller (CPU PLC, remote I/O, fieldbus, komunikasi dll) sementara di CPU semuanya terecord. Bisa saja semua diagnostic hardware ditampilkan di HMI tapi akan byk makan resouce. Nah klo jam PLC dan HMI ngak match ..sering bikin bingung analisa masalah yg ditimbulkan oleh hardware.

  5. aditya says:

    maaf pertanyaansaya ga nyambung,
    tolong bahas SCADA sistem dengan software simplicity dong….
    penting banget soalnya buat tugas akhir saya..
    terimakasih sebelumnya…

    • e-one says:

      Aduh sorri mas ..
      Aku malah ngak pernah bersentuhan ama Scada buatan GE ini ..
      ngak semua Scada toekang garap, julukan tukang itu lebih banyak guyonan
      teman-teman kantor …:)

  6. blawong says:

    wah…mangtaf gan….
    keep posting..salam kenal

  7. ade_instrument says:

    Salam Kenal
    Artikel yang sangat berguna!

    Maaf mau tanya, agak menyimpang dari judul hehehehe, bagaimana cara yang paling efektif dan efisien untuk kasus berikut:

    Kondisi sekarang:
    1 PC MMI (WW)konek ke 2 flow computer melalui modbus serial link dan tiga AB SLC5/04 melalui DH+. WW mengambil data dari flow computer tiap jam dan menyimpannya pada mdb access. Operator bisa menampilkan data tadi pada custom table di WW sebagai form laporan.

    Ingin perubahan:
    menjadi 2 PC sebagai HMI, yang satu hanya sebagai backup jika yang utama down.

    Yang ditanyakan:
    Apakah harus dikonfigurasi sebagai server-client, untuk mdb access tadi? dan juga untuk RSLinx-nya?

    Mohon sarannya.

    Salam,
    ade

    • john says:

      saran saya jangan main di Hardware komputer kalo mau main backup(redundant), lebih baik pake plc yang di set redundant.

      Alasannya kestabilan PC dan software serta network sangat lemah kecuali apabila anda yakin supportnya kuat(super network).

      dan lebih baik data history anda disimpan secara berkala di external memory plc lalu kemudian didownload copy ke pc secara berkala juga.

      • toekang says:

        Tentang Redundant PLC toekang setuju 100%.
        Tapi artikel ini ngak ada hubungannya dengan hal tersebut. Artikel ini hanya tentang mencocokan waktu masing2 PC, khususnya lagi lagi pada HMI InTouch yg belum punya mekanisme syncronisasi antar node. Tentang data history yg disimpan di external memory PLC, maaf toekang belum pernah menjumpai hal kayak gini(maksudnya yg kapasitasnya besar or orde Gigabyte). Sampai saat ini saya masih lebih percaya data historical di simpan di mesin database (SQL Server) di server khusus. Dengan mudah kita bisa expand historical data hingga orde ratusan GB, dan klo emang urgen sekali ..kita bisa buat clustering.

  8. toekang says:

    salam kenal juga …
    mudah-mudahan saran toekang ini cukup efektif :
    karena pake serial maka ngak mungkin di paralel ..
    jadi buat aja aplikasi yg identik, database-nya biar aja masing2 di lokal.
    untuk PC ke 2 (backup) dalam kondisi normal acces IO/DA server-nya ke PC pertama (pake suite-link kan?) … jiga PC pertama fail …
    pindahkan akses PC2 ke lokal dan jangan lupa koneksi serial juga di pindahkan.
    (switching bisa di buat manual atau otomatis)

    • ade_instrument says:

      Terima kasih atas sarannya. Sangat konstruktif.

      Saran di atas sangat bagus, apabila saya memiliki PKTx card di kedua PC, kalau serial port memang sudah onboard. Yang jadi masalah adalah, kita hanya memiliki satu buah PKTx card, jadi hanya satu PC yang secara fisik terhubung ke link DH+.

      Saya punya pikiran seperti ini:

      PC pertama dijadikan sebagai I/O server dan memiliki koneksi fisik ke jaringan DH+ SLC 500 melalui PKTx PCI card. juga secara fisik terhubung ke flow computer melalui serial port. PC pertama ini akan dijadikan main I/O server, tapi juga sebagai MMI backup.

      PC kedua dijadikan sebagai main MMI dengan menggunakan I/O server di PC pertama. dan terhubung secara fisik ke PC pertama melalui LAN.

      Jika PC kedua fail, maka PC pertama dengan I/O local dijadikan sebagai alternative MMI.

      Untuk koneksi ke serial device (Flow computer) sepertinya saran Pak Toekang sangat bagus, karena kita tidak ada isu dengan serial port. Notabene, data dari serial modbus inilah yang ingin (banget) diselamatkan, karena data tersebut merupakan data fiscal metering.

      Kalau data ke PLC, hanya untuk monitoring dan operate plant, kita udah ada backupnya, walalupun hanya touchscreen panel operator, tapi sangat useful, dan secara operasional, identik dengan WW.

      Memang agak aneh sich, tapi itulah adanya dibatasi oleh keterbatasan DH+ PKTx card.

      kalau nantinya akan banyak masalah, mungkin tidak ada jalan lain selain membeli lagi PKTx card. Tapi itu opsi pamungkas.

      Saya punya gambar arsitektur networknya, cuman nggak bisa attach file ya di sini?

      Segala saran, gagasan dan komentar sangat saya hargai.

      Terima kasih sebelumnya.

      Salam,
      Ade

      • toekang says:

        yup ..betul
        sorri ..toekang hanya konsentrasi pada flow-meter itu ..:)

        • ade_instrument says:

          Wah… terima kasih nich atas inputnya…
          saya jadi yakin sekarang, dan akan go ahead dengan yang disarankan oleh Toekang, mengenai akses ke flow computer-nya via switching serial.

          Sekali lagi, thanks a lot. Keep writing ya Pak Toekang, dengan artikel-artikel otomasinya…

          Biar orang seperti saya bisa banyak belajar dari site toekang…

          Salam,
          Ade

  9. Eryantho says:

    Wah,dua jempol deh buat toekang…salut! artikel-artikelnya mantap

    kalo boleh saya mau tanya :

    1.Jika kita sedang membuka sebuah window (viewer),dan ingin membuka window yang telah dibuka sebelumnya (previous window), bagaimana caranya. script apa yang harus dibuat
    2.ketika digunakan 2 buah komputer yang masing-masing terpasang WWIntouch yang menyimpan database ke 1 buah server, ingin dibuat redudancy. bagaimana caranya dan langkah-langkahnya

    mohon bantuannya

    Terima Kasih Banyak

    • toekang says:

      :untuk buka2an window
      “klo toekang seh lebih prefer memanage windows ini di quickscript, lebih mudah dan lebih konsisten.”

      anyway … klo cuman mo ngingat window sebelumnya gampang. buat aja message tag misal winBuffer dan winId, nah untuk buka window buat script gini (cuman contoh):

      winBuffer = winId
      show = “nama window yg akan dibuka”

      nah di bagian window yg akan dibuka, pada script ‘on show’ kasih script ini :
      winId = “nama window yg akan dibuka”

      nah klo mo buka windows sebelunya kan tinggal panggil ini :
      show winBuffer

      :redudancy database
      ini agak berat, ini titik beratnya adalah database redudancy .. pilihan terbaik ya pake database clustering (cuman mahal sekali). dulu toekang akali dengan selalu ngecek keberadaan dua buah server database klo oke ya buat procedure untuk nulis data ke dua server itu … sekarang karena tukang pake Virtualisasy Server ya tukang cuman buat satu mesin database saja. redudancy-nya di lever virtual machine saja. klo satu machine rusak ..ya tinggal ngidupin machine ini di host redudannya.

      sbg tambahan : beda sekali klo kita pake WinCC, native WinCC bisa membuat duplikat instan DB-nya di secondary server-nya.

  10. jopi says:

    Bang toekang, bisa kasih contoh subroutine di S7-nya nggak?
    Saya mau coba untuk buat koneksi s7 ke WinCC dan GPS biar datanya bisa Real time dan sama dengan Time yang dipake oleh sistem kita lain.

    Tq

    • toekang says:

      lho klo S7 vs WinCC bukannya sudah bisa sincron sendiri ..
      toekang seh belon pernah coba …
      coba tanya ke toekangplc.com ..beberapa project terakhir dia pake
      WinCC – S7

  11. Anda' says:

    sorry eah,,
    tolong juga lampirkan penjelasan yang jelas tentang syncron dan asyncron pada komputer

  12. blawong says:

    gan..sory tanya nya menyimpang neh….
    gue pake PLC tricon, dimana data modbus TCP nya pake pack 32bit DINT,(DINT ini hanya 1 address register)
    lha maunya di intouch data itu di pecah2 lagi per bit… gimana caranya ya? padahal di Intouch hanya punya IO real, IO integer, IO dicrete…
    ada solusi ga gan?

    • toekang says:

      pake IO Integer, Itemnya peke Double Word/Double Integer ..liat manual IO/DA server-nya, dgn range -2147483648 – 2147483647 (min-max RAW/EU).
      cuman klo ngak salah bit yg terakhir ngak bisa dipake deh ..
      (musti di keep ke 0, klo ngak akan kacau nilainya)
      kecuali anda pake OPC ..(ini bisa pake range 0 – 4294967295)
      cara mecahnya bisa kan …pake Tagname.00 … .31

  13. feby says:

    Salam kenal dari saya…
    Menarik sekali membaca postingan di sini. Saya jadi teringat beberapa waktu yang lalu komputer scada di tempat saya bekerja error. Ada dua komputer yang di pakai,
    1 untuk wonderware disebut development untuk operasional dan monitoring
    2 untuk bank data disebut SQL karena menggunakan database SQL Server dan InSQL
    suatu saat hardisk di komputer SQL penuh padahal beberapa bulan sebelumnya hanya berisi seperempatnya(kapasitas hardisk tsb 60 Gb). setelah di utak atik oleh bagian IT akhirnya diketahui kalo pertumbuhan file dengan extension .ier sangat cepat dalam beberapa hari. ahirnya di dell lah olehnya. tetapi efeknya data selama satu setengah tahun tidak bisa dibuka.
    ternyata itu efek dari pencocokan waktu dengan jam dinding di komputer SQL, karena waktu di computer selalu selisih dan selisihnya semakin banyak.
    nah pertanyaan saya kenapa waktu di komputer selalu terjadi selisih yang semakin bertambah? bagaimana cara mencocokkan yang benar supaya tidak terjadi error di SQL?

    • toekang says:

      wah ini elmu IT murni …
      karena ada perbedaan internal clock di CMOS masing2 kumputer (walaupun dikit sekali) …mungkin ..:)
      sinkronisasi bisa pake cara di artikel ini, atau klo memang di dept. IT ada komputer yg berfungsi sebagai NTP Server, lebih simple pake server itu sebagai acuan time-nya, sedang di sisi client kan tinggal set Internet Time ke komputer server tersebut.

      Cuman klo masalah InSQL, toekang kok kurang yakin diakibatkan perbedaan time komputer. InSQL versi brapa ? toekang pake InSQL 9.0 kok ngak kemu file ber-ektensi .ier ya ?

  14. Kim says:

    Makasih buat masukannya mas, salam kenal :)

  15. blawong says:

    di tunggu updetan terbarunya neeeh… pada menunggu

  16. [...] toekang пишет: gan..sory tanya nya menyimpang neh…. gue pake PLC tricon, dimana data modbus TCP nya pake pack 32bit DINT,(DINT ini hanya 1 address register) lha maunya di intouch data itu di pecah2 lagi per bit… gimana caranya ya? padahal di Intouch hanya punya IO real, IO integer, IO dicrete… … IT ada komputer yg berfungsi sebagai NTP Server, lebih simple pake server itu sebagai acuan time-nya, sedang di sisi client kan tinggal set Internet Time ke komputer server tersebut. … [...]

  17. eko says:

    salam kenal..boleh donk dong gabung cari – cari info

  18. eko says:

    wah bagus bener bermanfaat banget infonya

  19. yuliant says:

    gak salah baca2 artikelnya, makasih

  20. chris says:

    tolong bantuanya dong..
    saya lgi ada tugas besar di praktikum, minggu ni dikmpul..
    ada yang bsa ngeshare contoh aplikasi Intouch beserta source codenya..
    klu ada kirim k emailku ya..
    Help me
    Thx

  21. rudi rswh says:

    tanyaa dong mas
    saya baru belajar scada,
    bagaimana cara konek scada(wonderware intouch) ke plc(omron cqm1a cpu 21) dan kalau pakai kabel combinasinya bagaimana tolong dong mas toekang scada

  22. PQ says:

    Hallo, mau minta tolong nih mas, mohon share Intouch 7.0, saya butuh banget nih.ASAP, makasih sebelumnya

    salam hangat

    PQ

  23. aly says:

    salam kenal mas toekang scada.
    saya mau tanya, menulis item naming di wonderware utk Tagname dictionary gimana ya?
    saya mau komunikasi dng RS LOgix 5000.
    monon di jelaskan dng contoh ya mas toekang scada.
    thanks.

    • toekang says:

      Install dulu DA Server yg diperlukan untuk komunikasi ke RS Logix 5000 klo ngk salah(soalnya lom pernah pake) adalah Wonderware ABCIP DAServer (DASABCIPx). Kemudian baca manual yg ada di \Program Files\Wonderware\DAServer\DASABCIP\DASABCIP.chm. Disitu dah diterangkan detail cara nulis item ke PLC yg di support oleh DA server ini.

  24. aly says:

    oiy, mau tanya lagi. kalo library factory nya tidak ada, bagaimana cara mendapatkannya.
    mas toekan scada punya gak?
    kalo punya, minta dong. :)
    dan mohon di jelaskan cara upload ke aplikasi wonderwarenya.
    mksh skali lagi.

    • toekang says:

      Toekang assumsikan pake InTouch versi setelah 8.0, seharusnya dah di isntall asal opsinya di pilih. Gampangnya pilih semua plugin InTouch setelah opsi sample (default tidak dipilih) so hati2 pas install jgn di next-next terus ..:)

  25. nopex says:

    salam kenal mas. minta software ini dong.
    - Wonderware DAServer
    - Wonderware InTouch
    trims.

  26. adit says:

    hallo mas,saya baru belajar wonderware….saya bingung yg pertama kali harus dipelajarin dari mana ya?

    mungkin toekang scada ada solusi buat saya..

    mohon bimbingannya….

  27. Bram says:

    Mas toekang, saya mau tanya mengenai NAD. bagaimana konfigurasinya ya? jadi hanya perlu edit satu aplikasi saja dan aplikasi ww lainnya ikut ter update automatically. Thanks

    • toekang says:

      syarat NAD adalah harus ada filesharing dimana aplikasi di tempatkan(ini bertindak sbg server NAD). Client harus buat mapping ke server NAD, buka InTouch trus arahkan ke app. di server NAD,kemudian pilih Tool->Node Properties ->Enable NAD , trus pilih change mode –> akhirnya run Viewer.
      Nah pada Maker(dr pc lain selain client) setelah modif agar client dpt update pilih Special->Notify Clients. maka client akan otomatis update(tergantung dr setting pada change mode jg sih).
      cuman jgn bayangkan NAD itu teknologi sempurna spt Client-Servernya WinCC or Citect. Berdasarkan pengalaman NAD itu valid hanya untuk update graphic saja, sedang klo file & skrip sering tidak update kecuali jika mode yg dipilih restart Viewer.

  28. yusakdc says:

    Dear
    Mas Toekang

    saya mau tanya mengenai konfugurasi wonderware bisa sharing dengan komputer lain akan tetapi beda network.di area saya menggunakan speedy HG532e, saya instal wonderware di NB pribadi agar saya dapat monitor dari rumah dengan menggunakan speedy juga koneksinya.untuk port mapping di speedy sudah saya setting.mohon Pencerahannya Mas Toekang.

    salam dan terimakasih

Leave a Reply