25 Sep
Print This Post
Supertag

:: Automation :: HMI/Scada :: Wonderware Add comments

Supertag ? tagname yang super-kah ?
Ah terlalu berlebihan menyebutnya seperti itu, karena dia toh tak lebih hebat dari indirect tag. Mungkin kalimat ini yang membuat seolah-olah dia itu super :
…adalah composite tag (parent) yang mempunyai member (child) maksimum 64 tag dimana masing-masing tagname child tadi masih bisa menampung 64 sub-child lagi

..wah !!!

Penjelasan yang lebih masuk akal menurut toekang sih hanya pengelompokan tag berdasarkan pola tertentu yang kalau di-manage dengan bijaksana bisa sedikit niru-niru konsep OOP (Object Oriented Programming).

Contohnya begini kalau kita punya sekumpulan tag dengan pola seperti ini : Kambing_Mata, Kambing_Mulut, Kambing_Rambut, Kambing_Kaki, Kambing_Kelamin. Dalam tagname directory tagname-tagname tersebut tampak seperti ini :
graphics

Nah dalam terminologi supertag tagname-tagname tersebut musti ditulis begini : Kambing\Mata, Kambing\Mulut, Kambing\Rambut, Kambing\Kaki, Kambing\Kelamin. Yup hanya mengganti ‘_’ menjadi ‘\’, dimana nantinya Kambing adalah bertidak sebagai parent supertag yang di tagname directory muncul seperti ini :
graphics

Sementara Mata, Mulut, Rambut, kaki dan Kelamin sebagai child baru muncul kalau kita membuka supertag Kambing seperti ini :
graphics

Hmm boleh juga nih ..jadi lebih terstruktur. Trus cara aksesnya gimana ?
Kambing_Kaki dan Kambing\Kaki dilihat dari sebuah tagname benar-benar identik baik properti maupun perlakuan yang bisa dikenakan padanya. Contoh kalau kita mempunyai kambing normal maka kita bisa tulis begini :

Sedang kalau kambing lainnya buntung satu kaki, bisa kita tulis begini :

Ada kebihan yang lain?
Ada sih ..cuman yang ini kayak ‘pedang bermata dua’. Bisa menguntungkan disatu sisi tapi bisa juga bikin repot juga kalau salah me-manage.

Lho kok bisa ?
Begini sampai saat ini yang kita akses itu kan child/member dari supertag. Nah dalam supertag berlaku hukum begini ‘minimal satu saja member dipakai, maka dianggap supertag(parent) itu dipakai termasuk member-member yang lain’. Dengan demikian kalau kita sudah menggunakan Kambing\Kaki maka dianggap Kambing sudah dipakai. Maka Kambing dan membernya (Kambing\Mata, Kambing\Mulut, Kambing\Rambut dan Kambing\Kelamin) akan hilang dari ‘Unused tags’. Jadi tagname-tagname tersebut dalam posisi aman, tidak ada kemungkinan men-delete-nya misal karena teledor.

Nah celakanya seandainya ada perubahan struktur supertag tadi, yaitu jika kita ingin mengeluarkan satu atau lebih member dari keanggotaan supertag karena dianggap tidak diperlukan lagi. Ini menjadi tidak mudah .. !
Misal ternyata member Kambing\Rambut tidak diperlukan, kita tidak bisa men-delete hanya Kambing\Rambut saja. Untuk men-delete-nya pertama-tama kita harus melepas link-nya di program, kemudian lakukan update used counts, delete supertag tersebut dan terakhir kita harus membuat lagi supertag Kambing minus \Rambut.
Benar-benar merepotkan ..!

Trus saran toekang gimana? sebaiknya pake supertag ngak?
Untuk tagname-tagname yang ter-pola seperti diatas toekang masih menyarankan pakai supertag yang tentunya harus berhati-hati dlm membuat strukturnya.

Dalam hampir project yang dibuat toekang sedapat mungkin mengunakan supertag model begini, karena jika digabungkan dengan indirect tag dapat membuat program sangat ciamik !

Ngak percaya ? coba tengok artikel ini.

4 Responses to “Supertag”

  1. churro says:

    Makasih penjelasannya pak… kebetulan juga pernah make supertag… namun kita ngga pake kambing sebagai parent nya :)

  2. artha says:

    Tq pak, saya lagi memecahkan supertag juga saat ini, dan krn belum biasa pake supertag,masih bingung juga. eeeh ada toekang scada, kl mau konsultasi lewat mana ya kang?
    Mau ada yng saya tanyakan, saya menggunakan DASMBTCP untuk mengkoneksikan banyak FLowComp untuk kalkulasi aliran minyak,(pressure, Temperatur, Flowrate dll) namun setelah saya run, hanya 4-8 Data flowcom saja yang keluar mohon Pencerahannya, terkait masalah saya. terima kasih

Leave a Reply